Informasi yg diperoleh dari PR Lion Air:
Pesawat Batik Air dengan rute Halim Perdanakusuma – Ujung Pandang, registrasi PK-LBS, nomor penerbangan ID 7703 sudah di release untuk take off oleh menara pengawas (ATC) dan sewaktu melakukan proses take off bersenggolan dengan pesawat trans nusa yang saat itu sedang ditarik oleh traktor (dalam proses pemindahan). Karena hal itu Pilot in Command memutuskan untuk membatalkan take off (aborted take off) untuk memastikan keselamatan penumpang.

ID 7703 membawa 49 penumpang dan 7 crew dan dipastikan semua penumpang dan crew dalam keadaan selamat dan akan diterbangkan menggunakan pesawat pengganti dengan registrasi yg lain.

“Terkait dengan apa yang terjadi, kita akan menunggu hasil penyelidikan dari lembaga yang berwenang”, ujar Edward Sirait, Presiden Direktur Lion Air Group.

Larnaca – Pembajakan pesawat maskapai Mesir, EgyptAir, yang mendarat darurat di Siprus masih terus berlangsung. Sedikitnya tujuh orang masih disandera di dalam pesawat jenis Airbus 320 tersebut.

Disampaikan Menteri Penerbangan Sipil Mesir, Sherif Fathy, seperti dilansir AFP dan Reuters, Selasa (29/3/2016), setidaknya empat awak dan tiga penumpang masih berada di dalam pesawat yang dibajak di Bandara Internasional Larnaca, Siprus.

Lebih lanjut, Fathy menolak untuk menyebutkan kewarganegaraan para penumpang yang masih ada di dalam pesawat. Fathy juga menolak menyebut identitas pelaku pembajakan. Menurut Fathy, pelaku sejauh ini belum menyampaikan permintaan konkret.

Namun media Siprus CYBC melaporkan dugaan adanya motif pribadi di balik aksi pembajakan tersebut. Menurut CYBC, pelaku pembajakan memiliki seorang mantan istri di Siprus.

Sejumlah saksi mata juga menuturkan, pelaku sempat melemparkan sebuah surat ke apron bandara di Larnaca dan meminta surat tersebut dikirimkan kepada mantan istrinya, yang merupakan warga Siprus. Tidak diketahui apa isi surat yang ditulis dalam bahasa Arab tersebut.

Pesawat rute domestik Alexandria-Kairo tersebut mengangkut 55 penumpang dan 7 kru. Para penumpang lain berhasil dibebaskan setelah proses negosiasi dengan pelaku. Otoritas Mesir mengirimkan sebuah pesawat ke Siprus untuk menjemput penumpang yang terjebak di bandara akibat pembajakan ini.

Secara terpisah, media setempat mengidentifikasi pelaku pembajakan sebagai pria Mesir bernama Ibrahim Abdel Tawwab Samaha, yang juga seorang profesor kedokteran hewan di Universitas Alexandria, Mesir.