Jakarta Sebuah video seorang siswi di Medan, Sumatra Utara beredar. Dalam video tersebut, mereka melakukan konvoi mobil bersama sejumlah kawannya. Saat ditertibkan seorang polwan, para siswi SMA tersebut tampak tak terima. Mereka yang menggunakan seragam putih-abu-abu yang penuh dengan warna-warni pilok malah marah-marah kepada sang polwan. Bahkan, salah satu siswi mengaku anak dari Inspektur Jenderal Arman Depari.

Liputan6 menulis, siswi tersebut mengancam sang polwan berpangkat inspektur dua untuk tidak main-main dengannya. “”Aku tidak main-main, aku tandai Ibu, aku anak Arman Depari,” kata siswi tersebut.

Media tersebut kemudian menulis, Arman Depari saat ini menjabat Deputi Pemberantasan BNN. Jebolan Akpol 1985 itu merupakan jenderal kelahiran Berastagi, Karo, Sumatera Utara. ‎Jabatan terakhir sebelum di BNN adalah Kapolda Kepulauan Riau. Sebelumnya lagi, dia menjabat Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Namun, saat Arman dihubungi Liputan6, dia membantah pengakuan siswi tersebut. Dia mengatakan, anaknya hanya ada tiga dan semuanya laki-laki. “Tidak benar, saya tidak punya anak perempuan. Anak saya 3 laki-laki dan semua di Jakarta,” kata Arman.

Untungnya, ancaman dan perdebatan antara para siswi SMA itu usai saat polwan tersebut mempersilahkan mereka kembali masuk ke mobil dan meminta mereka pulang tanpa berkonvoi. Berikut ini rekaman kejadian saat sang siswi mengancam polwan dan mengaku anak Arman Depari.