Sebuah gubuk kecil berlokasi di ‘Kampung Ghasonk’ Menteng Atas, Jakarta Selatan, berdiri diatas bekas kuburan yang telah lama dibiarkan. Terdapat sekitar 55 anak dan balita yang tidak memiliki akses sosial : Kesehatan, Pendidikan, Gizi Baik dll.

Pendidikan itu adalah hak setiap warga negara di Republik ini.

Mereka yang tidak seberuntung anak-anak lain di luar sana juga memiliki hak yang sama atas pendidikan.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun yang ke-5, Forum Blazer Indonesia (FBI) melakukan kegiatan bakti sosial dan bakti lingkungan selama 2 hari, 5 – 6 Mei 2018. Kegiatan bertajuk Greenniversary yang diikuti oleh ratusan pengguna, pemilik dan pencinta mobil Blazer ini dilangsungkan secara serentak sedikitnya di 9 kota di Indonesia.

Greenniversary ini dilakukan antara lain di Jabodetabek (Camping Ground Sukamantri, lereng gunung Salak, Halimun), Surabaya (Pantai Mangrove, Madura), Jogya (Pantai Gesing Gunung Kidul), Bali (Private Island Gili Putih), Medan (Danau Toba), Bengkulu (Laguna Beach), Lombok (Terara Lotim), Banjarmasin (Villa Paman Birin) dan Samarinda (waduk Panji Tenggarong). Tema Greenniversary diusung karena selain untuk memperingati hari jadi Forum Blazer Indonesia, juga dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup se-dunia yang jatuh pada tanggal 22 April lalu.

Berbagai kegiatan bakti sosial dan bakti lingkungan dilakukan di tiap-tiap kota, antara lain mengumpulkan sampah plastik di berbagai destinasi wisata alam, penanaman pohon, membagikan tong sampah di lokasi-lokasi tertentu, serta berbagai kegiatan lainnya.

Aries Susanti Rahayu hanyalah gadis sederhana dari pelosok Grobogan, Jawa Tengah sana. Namun hari Minggu kemarin Ia mengejutkan dunia.
Untuk pertama kalinya Merah Putih berkibar di level tertinggi olahraga Panjat Tebing setelah Aries Susanti Rahayu berhasil menjadi juara dan menyabet emas di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing – IFSC World Cup 2018 di China.

Indonesia yang dipandang sebelah mata dan relatif sebagai pendatang baru di dunia panjat tebing langsung menggebrak lewat performa Aries dengan mencatat waktu tercepat di babak kualifikasi Speed Climbing. Performa gadis tersebut terus meningkat dan mengalahkan lawan2 tangguh di babak2 berikutnya dari Perancis, Kanada, Jepang dan berbagai negara lainnya yang sudah lebih dahulu populer menekuni olahraga ini. Hingga akhirnya di final Ia berhadapan dengan atlet tangguh dari Russia, Elena Timofeeva. Elena adalah peringkat 3 kejuaraan dunia sebelumnya di Moscow.

Dengan luar biasa mbak Aries meniti poin demi poin di papan panjat. Gadis berkerudung yg biasanya gemulai ini begitu perkasa melesat bagaikan spiderman melawan gravitasi hingga akhirnya mencapai puncak papan panjat setinggi 50 ft dengan catatan waktu 7.51 detik saja !

Sedangkan atlet Russia harus puas dengan perak dengan catatan waktu 9.01 detik. Aries pun menjadi juara dan Indonesia Raya bergema di China. Ia pun kini bertengger di puncak teratas seri Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2018.
Hebatnya lagi, Aries nyaris memecahkan rekor dunia 7.46 detik yg saat ini dipegang oleh atlet berpengalaman Iulia Kaplina. Ini berarti hanya selisih sangat tipis 0.05 detik saja !

Tak kalah membanggakan, rekannya Puji Lestari juga menyabet juara ke-3